ISMINATUN

Dilahirkan di Klaten, Jawa Tengah. Pendidikan SD sampai SPG ditempuh di kotanya. D2 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di FBS IKIP Semarang lulu...

Selengkapnya
TANGI TURU NYAPU LATAR;  DADI GURU KUDU SABAR

TANGI TURU NYAPU LATAR; DADI GURU KUDU SABAR

Pagi ini saya teringat betul Bapak Guru SD yang mengajarkan parikan (peribahasa Jawa). Parikan yang dimaksud “tangi turu nyapu latar, dadi guru kudu sabar.” Sebuah parikan yang mengandung nilai didik. Anjuran agar menjadi guru itu harus bisa bersabar. Bagaimana tidak bersabar? Yang dihadapi adalah beribu siswa dengan beraneka ragam karakter dan background keluarga yang tentu berbeda-beda. Dengan kesabaran Bapak Ibu Guru mendidik mereka, berdampak pada keberhasilan pembelajaran.

Yang ingin kubahas kali ini bukanlah parikan tersebut. Namun, pagi ini benar-benar anjuran tersebut saya dilaksanakan. Tangi turu (bangun tidur) nyapu latar (menyapu halaman depan). Namun, bukan halaman depan sesungguhnya. Sebab saya tinggal di perumahan yang tidak meiliki halaman depan. Yang dimiliki adalah jalan di depan rumah. Kebetulan jalan lumayan lebar. Ada satu pohon rambutan di tepi jalan yang kusayang dan amat sayang jika ditebang.

Pada awal musim kemarau ini, pohon tersebut selalu mengirimkan daun-daun kering yang lumayan banyak setiap saat. Pagi, siang, sore harus disapu jika ingin terlihat bersih. Tak ada keluh kesah di sana. Yang ada rasa syukur. Sebab setiap menyapu halaman (jalan) yang teringat buah rambutan yang manis. Dengan buah tersebut kami bisa berbagi. Inilah pelajaran berharga dari sebuah pohon rambutan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hari Minggu Hari Ahad Jadi guru Jadi terhormat... Sip...

12 May
Balas

Betul Pak Sippp. Trima kasih

12 May

ke pasar naik delman nyapu latar bonus rambutan (bagi-bagi ya Bunda...)

12 May
Balas

Hehehe. Siap. Yang siap dibagi baru daun-daun kering Bu Mintarsih.

12 May

Mengungatkan masa kecil

12 May
Balas

Hehehe. Iya Pak Jadi teringat masa kecil.

12 May

Wah hebbaaat

12 May
Balas

Terima kasih

12 May

Orang utan minta es krim.. Rambutan kpn dikirim...(edisi ngarep)

12 May
Balas

Orang utan kena jaring Belum ada rambutan baru ada daun kering. Hehehe

12 May

waah...berbalas pantun jadinya ini...hehehe. Mantaffff...Bu. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

12 May
Balas

Aamiin3. Iya Bu. Jadi beralas pantun nih. Pantun kilat

12 May

Wah kebetulan saya tadi tangi turu dangang lihat istri nyapu latar terus ikut nyapu juga , ternyata manfaatnya banyak sekali.

12 May
Balas

Insyaallah pak. Kalau Pak warji kan latarnya luas. Yang latarnya jalan pun saya syukuri

12 May

Wah kebetulan saya tadi tangi turu dangang lihat istri nyapu latar terus ikut nyapu juga , ternyata manfaatnya banyak sekali.

12 May
Balas

Nyapu latar sapune sodo kudu sabar lan narimo

12 May
Balas

Sapu sodo neng cerak kaca Sabar Narima asmane kanca (Hehehe. Ada teman saya bernama Sabar Narimo Bu)

12 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali